


Dalam kebersamaan, ada nilai yang tak pernah ditawar oleh sekolah: keselamatan, kenyamanan, dan kebaikan bersama. Berangkat dari nilai itulah, sekolah dengan penuh tanggung jawab memutuskan mengundur Puncak WITFEST 2026—Family Day dari tanggal 24 ke tanggal 7, menyusul perkiraan cuaca yang belum mendukung serta surat edaran dinas terkait pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Keputusan ini bukan sekadar penjadwalan ulang. Ini adalah pilihan sadar untuk menjaga setiap senyum tetap aman, setiap langkah tetap nyaman, dan setiap momen tetap bermakna—agar ketika kita berkumpul, yang hadir bukan rasa cemas, melainkan sukacita.
Antusiasme Besar, Kebersamaan Nyata
Family Day dirancang sebagai perayaan kebersamaan yang melibatkan 800–900 peserta—siswa dan orang tua murid. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah tanda cinta dan rasa memiliki. Cinta pada sekolah. Cinta pada proses. Cinta pada kebersamaan yang membesarkan anak-anak kita.
Anak-anak tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi berdiri di panggung sebagai pelaku utama. Ragam penampilan—karawitan, ansambel, tim LKBBT, English Club, taekwondo, futsal, duet kakak-kakak SMP Strada Marga Mulia, hingga aksi sepatu roda oleh Yeskha (kelas 4C)—menjadi saksi bahwa bakat tumbuh subur ketika diberi ruang, keberanian menguat saat diberi kepercayaan.
Rangkaian yang Mendidik, Menguatkan, dan Menghidupkan
Family Day bukan satu hari yang berdiri sendiri, melainkan rangkaian perjalanan nilai.
Perjalanan dimulai lewat Profession Day (20 Januari 2026)—saat orang tua berbagi kisah profesi, membuka jendela dunia nyata bagi anak-anak. Di sini, mimpi menemukan alamatnya: dari cerita, dari teladan, dari pengalaman.
Dilanjutkan dengan Fun Mural Art (20–31 Januari 2026) yang melibatkan orang tua di tiap jenjang. Bertema “Keluarga Hebat, Sekolah Kuat”, mural menjadi kanvas kolaborasi—tempat warna-warna harapan dipahat bersama. Dinding sekolah berubah menjadi narasi kebersamaan.
Puncaknya menghadirkan fun walk, senam bersama, menghias tumpeng kebersamaan, mini performance ekskul, ratusan doorprize, serta stand bazar yang menghidupkan suasana. Semua dirangkai untuk satu tujuan: menguatkan ikatan.
Hiburan yang Menyatukan, Kenangan yang Bertahan
Untuk menutup dengan senyum yang sama lebarnya, sekolah menghadirkan bintang tamu: Saykoji dan EDT (Embat Di Tempat). Bukan sekadar hiburan, kehadiran mereka adalah perayaan—bahwa kebahagiaan layak dirayakan bersama.
Kesan yang Menguatkan, Harapan yang Menuntun
Evaluasi melalui Google Form menunjukkan satu benang merah: “seru, hangat, dan berkesan.” Banyak peserta menyebut Family Day ini sebagai pengalaman perdana—dan justru dari yang pertama itulah, harapan tumbuh untuk keberlanjutan. Masukan yang datang bersifat membangun; ia menjadi cermin agar sekolah terus belajar dan bertumbuh.
Menunda bukan berarti berhenti. Menunda adalah merawat makna. Dengan penjadwalan ulang ini, sekolah memilih menghadirkan Family Day yang lebih siap, lebih aman, dan lebih bermakna—agar setiap tawa pulang sebagai kenangan, bukan sekadar agenda.
Karena pada akhirnya, keluarga yang hebat melahirkan sekolah yang kuat. Dan dari sekolah yang kuat, anak-anak kita bertumbuh menjadi pribadi yang cerdas, dinamis, berkarakter, dan unggul.
Recent Comments