Banyak perubahan yang dapat kita rasakan di era industri 4.0 ini. Perubahan yang terlihat dan sering kita gunakan adalah kemudahan membeli tiket bioskop dengan aplikasi, setor tunai menggunakan anjungan tunai mandiri (ATM), membayaran tol menggunakan mesin dan uang elektronik, membelian tiket travel dengan aplikasi, dan masih banyak lagi. Apakah hal tersebut mengancam masa depan anak kita? Apakah kita mampu membantu menyiapkan anak kita di era industri 4.0?

Dalam rangka menyiapkan anak di era industri 4.0 serta merayakan hari ulang tahun yang ke-49, SD Strada Wiyatasana menyelenggarakan seminar dengan mengusung tema “menyiapkan generasi muda di era industri 4.0”. Seminar yang dihadiri sekitar 100 orangtua murid dan semua guru SD Wiyatasana ini dibawakan oleh dra. Catherine DML. Martosudarmo, M.Sc.

“Pendidik yang utama adalah orangtua” tutur narasumber yang biasa dipanggil Ibu Catherine. Dalam menyiapkan generasi muda di era industri 4.0, para orangtua perlu menanamkan value dalam kehidupan anak. Tugas tersebut merupakan tugas para orangtua. Value tersebut akan terbentuk berdasarkan Value atau nilai yang orangtua berikan. Value ini tidak bisa orangtua titipkan pada guru karena merupakan tugas orangtua untuk membangun karakter dengan nilai dan kebiasaan.

Pada era industri 4.0 ini karakter menjadi hal yang penting untuk anak karena karakter tidak dapat digantikan oleh robot. Karakter ini diajarkan oleh orangtua berdasarkan nilai hidup. Perlunya kerjasama dengan guru dalam membangun karakter anak di sekolah. Sekolah Strada dapat mengembangkan karakter anak dengan menjalankan nilai dasar yang Strada miliki.

Guru perlu berkomunikasi dengan orangtua tidak hanya saat anak bermasalah tetapi saat anak menjadi baik. Komunikasi ini membantu orangtua dan guru dalam  menyiapkan perkembangan anak di era industri 4.0. Adapun keterampilan yang berguna di era ini antara lain: kemampuan kognitif, kecakapan memahami sistem teknologi dan produksi, kemampuan menganalisa. Serta kecakapan lainnya yang penting di era ini adalah Kerjasama, adaptif, toleran, berorientasi pada solusi, inovatif, motivasi munculnya ide baru, gesit, dan kemampuan melakukan analisa.

Dari banyaknya keterampilan dan kecakapan yang dibutuhkan di era ini, tidak dapat digantikan oleh robot. Nilai-nilai hidup yang melahirkan karakter anak yang baik tidak dapat digantikan oleh robot. Ketulusan hati dan kasih sayang tidak dapat digantikan oleh robot. Mari kita bantu anak kita untuk masa depan lebih baik.

Sebarkan artikel ini