Mengenal untuk Menghargai, Menghargai untuk Merawat

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju, tetapi bangsa yang mengenal dan menghargai akar budayanya.”

Kalimat itu terasa nyata di SD Strada Wiyatasana. Setiap Jumat minggu ke-2 dan ke-4, sekolah menghadirkan Jumat Budaya. Bukan sekadar memakai pakaian daerah, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk melihat, mengenal, mengalami, dan menghargai keberagaman budaya Indonesia secara langsung. Ada yang datang mengenakan batik, kebaya, pakaian adat, atau busana daerah yang mereka miliki. Ada yang belajar bahasa daerah, mengenal makanan tradisional, mendengarkan lagu daerah, dan berbagi cerita tentang budaya keluarganya. Di sinilah pembelajaran menjadi hidup.

Budaya Tidak Cukup Hanya Diceritakan

Seorang budayawan pernah mengingatkan bahwa budaya akan tetap hidup ketika generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga mau menghidupi dan meneruskannya. Karena itu, sekolah berusaha menghadirkan budaya bukan hanya sebagai materi pelajaran, tetapi sebagai pengalaman dan kebiasaan sehari-hari.

Kepala SD Strada Wiyatasana, Antonius Joko Setiawan, menyampaikan:

“Jumat Budaya bukan sekadar tentang pakaian yang kita kenakan. Yang lebih penting adalah nilai yang kita tanamkan. Anak-anak belajar bahwa kita boleh berbeda suku, bahasa, tradisi, dan budaya, tetapi kita tetap dapat hidup bersama dengan saling menghargai.”

Siswa mengatakan : “Ternyata Budaya Itu Menyenangkan!”

Bagi anak-anak, Jumat Budaya menghadirkan pengalaman yang berbeda.

“Saya senang karena bisa melihat teman memakai pakaian daerah yang berbeda. Saya jadi tahu bahwa budaya Indonesia banyak sekali.”

Bagi mereka, keberagaman tidak lagi menjadi sesuatu yang jauh dan hanya ada di buku. Mereka melihatnya langsung di lingkungan sekolah, bersama teman-teman mereka.

Orang Tua: Pembelajaran yang Dibawa Pulang

Orang tua pun memiliki peran penting. Ketika anak bertanya tentang pakaian, bahasa, makanan, atau tradisi daerah, percakapan tentang budaya dapat berlanjut di rumah.

Salah seorang orang tua menyampaikan:

“Kegiatan seperti ini bagus karena anak tidak hanya belajar di sekolah. Mereka bisa bertanya kepada orang tua tentang budaya keluarga dan akhirnya semakin mengenal asal-usul serta keberagaman di sekitarnya.”

Dari Sekolah untuk Indonesia

Jumat Budaya menjadi salah satu bentuk nyata SD Strada Wiyatasana menerjemahkan visi Perkumpulan Strada: “Komunitas pendidikan yang unggul, peduli, dan berjiwa melayani.” Melalui pembiasaan ini, sekolah ingin menumbuhkan anak-anak yang cerdas memahami keberagaman, dinamis dalam berinteraksi, berkarakter dalam menghargai sesama, dan unggul dalam membangun persatuan. Sebab pendidikan bukan hanya membuat anak tahu, tetapi juga membuat anak mau menghargai dan mampu hidup bersama.

Mengenal budaya → memahami keberagaman → menghargai perbedaan → merawat persatuan.

Dari Wiyatasana, kita belajar bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpisah, tetapi kekayaan untuk saling melengkapi.

Salam:” Cerdas, Dinamis, Berkarakter, dan Unggul.”

SD Strada Wiyatasana
We Are Strada Wiyatasana.

Strada PMB Chat